KUASA ILAHI DAN TANGGAPAN MANUSIA

Spread the love

KEBAKTIAN MINGGU, 13 MEI 2018

BACAAN/NAS : YOHANES 17 : 6 – 19

TEMA : KUASA ILAHI DAN TANGGAPAN MANUSIA

 

  1. PENDAHULUAN

Bahan Perikope bacaan kita ini berada dalam konteks di antara kenaikan Tuhan Yesus ke sorga dan masa penantian janji Tuhan Yesus yang akan mencurahkan Roh Kudus (PENTAKOSTA). Di tengah antara masa itu, tersirat harapan besar yang terungkap dalam pokok-pokok Doa Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tidak hanya memohon kepada Bapa-Nya tentang pemuliaan diri-Nya, sebagaimana misi Bapa-Nya di sorga sudah nyata diri-Nya lakukan dalam kata dan perbuatan sehingga manusia menyaksikan dan mengenal tentang hakekat Allah. Akantetapi Ia juga memohon kuasa kasih Allah yang memberi pemeliharaan, perlindunganbagi para murid yang masih menjalani hidup dan pelayanan di dunia. Doa Tuhan Yesus ini menunjukkan kuasa Illahi yang telah disaksikan-Nya, sekaligus menunjukkan kekuatan bagi manusia yang hidup dalam kasih Kristus.

  1. ISI

Pada ayat 6-7,8, berisikan penyataan Tuhan Yesus yang bermakna adanya persekutuan dengan Allah melalui Doa. Tuhan Yesus mengawali isi doa-Nya dengan cara mengungkapkansebuah penyataandiri-Nya yang terjalin baik dalam persekutuan dengan Allah, Bapa-Nya lewat pemberitaan Firman. Jelas terungkap bahwa Sang Anak hanya mengerjakan apa yang telah diperintahkan oleh Sang Bapa. Ia hanya berbicara seperti yang diajarkan Sang Bapa kepada-Nya (Yoh.8:28; 12:50). Sehingga semua orang tahu dan percaya tentang hakekat Allah. Oleh karena itu maksud Tuhan Yesus pada ayat 5, diartikan bahwa Sang Anak dapat meminta/menuntut dari Sang Bapa (Yoh. 16:23), agar Sang Anak dipermuliakan oleh Sang Bapa. Pemuliaan Kristus sebagai Anak di mohonkan dengan tujuan, yaitu memperkenalkan Allah Bapa dan kasih-Nyakepada dunia. Dan pemuliaan Kristus itu sendiri akhirnya terjadi lewat peristiwa Salib . Dalam peristiwa Salib itulah dinyatakan kasih Allah Bapa yang mengorbankan anak-Nya yang tunggal bagi seisi dunia (Yoh.3 :16).Kuasa Illahi (Kekuatan Allah) dapat terjadi secara nyata bilamana manusia menanggapinya  denganpercaya dalam persekutuan yang benar dengan Allah (Mat.6 : 9 – 13 ; Ibr. 10 :19) juga adanya persekutuan dengan Allah melalui firman Allah(Yoh. 1 : 1 – 14 ). Sebab persekutuan dengan firman akan menghasilkan iman yang membawa kita taat dan menang atas persoalan hidup, seperti mana Tuhan Yesus teladankan. Setelah Tuhan Yesus berbicara perihal permohonan diri-Nya sebagai Sang Anak kepada Bapa. Kemudian Tuhan Yesus menyampaikan permohonan tentangapa yang akan dihadapi para murid kelak (ayt.9), sangat tegas Tuhan Yesus  katakan bahwa Ia berdoa bukan untuk dunia. Hal ini bukan berarti Tuhan Yesus membenci dunia, karena Ia sendiri menyatakan kasih-Nya itu untuk dunia (Yoh.3:16). Tetapi fokus Tuhan Yesus adalah bagaimana para murid/orang percaya yang masih dan harus menjalani hidup didunia ini tetap dirahmati, dilindungi dari segala perbuatan jahat, serta dipelihara oleh sukacita-damaisejahtera-Nya, tentunya dalam kuasa Illahi/ kekuatan Allah untuk mengalahkan sifat duniawi atau keinginan duniawi, sebab mereka bukan berasal dari dunia,atau ditempa oleh karakter dunia yang jahat, melainkan yang baik. Karena itu Tuhan Yesus mendoakan orang-orang yang akan menerima keselamatan dari pekerjaanNya, Ia juga menerangkan bahwa yang didoakan bukan segala orang, bukan seisi  dunia tetapi hanya yang diberikan; kepada-ku, Yoh.17 :24, dan mereka adalah sebagai milik-Ku, dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka(ayt.10). Dan walaupun Tuhan Yesus tidak ada lagi di dalam dunia,(ayt11). Namun demikianlah Kristus tetap bekerja, juga di dalam kemuliaan-Nya. Ia tetap bekerja bagi jemaatNya yang masih berperang di dalam dunia agar dapat jalan dengan teguh hingga mencapai maksudnya yang tinggi: melayani Tuhan di hadapan hadiratNya, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka(ayt.13). Dan karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Untuk inilah Tuhan Yesus memohon agar, Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran(ayt.17). Tuhan Yesus memohon agar, sebagaimana Yesus juga disebut Yang kudus dari Allah ( Yoh. 6:69). Bapa yang kudus telah mengutus Yesus ke dalam dunia (Yoh. 10:36). Demikian juga agar para murid disucikan oleh Firman Tuhan Yoh.17:17; 15;3). Penjagaan dan pemeliharaan Bapa itu tidak hanya karena mereka akan diperhadapkan oleh tantangan yang berat, yakni: kebencian dunia. Tetapi di tengah perutusan para murid, para murid mampu mendedikasikan diri pada pelayanan kudus Allah di tengah-tengah dunia yang tidak kudus. Artinya manusia harus menanggapi tentang kuasa Illahi ini hanya dengan percaya dan hidup benar, jujur,tulus.

 

III. PENERAPAN

  1. Secara Umum : Kuasa Illahi terjadi secara nyata dalam pemeliharaan dan perlindungan kasih Allah bagi setiap orang percaya.
  2. Secara khusus : Hidup dalam kuasa Illahi berarti membangun persekutuan dengan Allah melalui Doa dan Firman.
  3. Penginjilan : Gereja yang bertumbuh pasti banyak menghadapi tantangan dan pencobaan. Namun gereja memiliki strategi menghadapinya, yaitu dengan menyembah dan berdoa.

—OD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *