MENGIMANI TRINITAS MEMBANGUN KOMUNITAS

Spread the love

Kotbah Minggu : 27 Mei 2018 (Minggu Trinitatis)                                                                                                                   

Bacaan III : Yohanes 3:1-17 (Nas: Yohanes 3:16)

Tema   : MENGIMANI TRINITAS MEMBANGUN KOMUNITAS

  • Pendahuluan: Kotbah dapat dimulai dengan mengetengahkan bahwa pemahaman dan penghayatan masyarakat tentang konsep keilahian sangat mempengaruhi cara pandangdan cara mereka berelasi dengan kehidupan. Pertumpahan darah yang mengorbankan banyak orang di dunia ini seringkali terjadi karena penghayatan tentang mutlaknya dogma yang dipegang teguh. Dalam konteks demikian, kita perlu menyadari bahwa iman perlu menuntun kita untuk menjadi manusia yang sesungguhnya, dan bukan menjadi ahi agama. Sebab jika seorang tidak terlebih dahulu menjadi manusia, ia bisa “terjatuh” pada bahaya “menjadi Tuhan” atas sesamanya demi memegang teguh doktrin keagamaannya. Dengan menjadi manusia yang utuh, orang akan membaca dan menginterpretasikan dogma dalam perspektif cinta dan kebaikan bagi kehidupan.

 

  •   Penjelasan Teks Leksionari:
  • Bacaan II: Roma 8:12-17. Tema bagian ini adalah Tema bagian ini adalah dosa yang dikalahkan oleh Kristus dan Roh. Hukum Taurat dalam maksudnya adalah suci dan baik, meskipun menunjukkan dan menggerakkan dosa. Hukum Taurat adalah teman bagi manusia bila diperkenan untuk berperan, tetapi ia tidak berdaya oleh daging. Tapi karena Kristus, hukum Taurat adalah kuat dan mengecam dosa dalam daging, sebab Kristus adalah benar mutlak dan Ia tinggal dalam kita. Tema ayat 12-17 adalah tujuan kasih karunia. Ayat 14, menjadi anak Allah adalah tujuan yang mulia dari kemenangan kasih karunia, ayat 15, roh perbudakan yang dimaksudkan bukan roh manusia dan bukan Roh Allah, melainkan satu keadaan. Tetapi Roh Kudus-lah yang memberikan kepastian tentang derajat anak dan yang memungkinkan orang percaya menyebut Allah sebagai bapaknya. Ayat 17 adalah tentang warisan. Kristus adalah Anak Allah kalau demikian kita bersama Dia adalah ahli waris. Karena orang percaya telah diangkat menjadi anak, maka mereka bersama Kristus adalah ahli waris. Hidup orang Kristen adalah tiruan dari hidup Kristus, artinya bersama-sama memikul salib dan mengorbankan diri..
  • Bacaan III: Yohanes 3:1-17. Bagian ini adalah tentang Bagian ini adalah tentang Tuhan Yesus yang menjelaskan keselamatan kepada Nikodemus. Ayat 3 menjelaskan bahwa haruslah ada perubahan total, yaitu suatu kelahiran baru, dan tanpa perubahan itu tak seorangpun dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Harus ada kelahiran baru oleh Roh Kudus. Dalam bahasa alinya (Yunani) kata DILAHIRKAN KEMBALI diterjemahkan dari kata anōthen – baca an’-o-then (from above; by analogy from the first; by implication anew: from above, again, from the beginning -very first, the top). Sehingga secara hurufiah kelahiran kembali mempunyai arti mendasar yakni DILAHIRKAN DARI ATAS, maksudnya adalah bahwa setiap orang dapat menerima dan memperoleh keselamatan kekal semata-mata, hanyalah karena anugerah dari Tuhan Allah, karena kasih Allah yang begitu besar dari pada-Nya dan bukan karena kehebatan atau kegigihan upaya manusia di dalam tingkah-laku dan perbuatan di dalam amal-ibadahnya. Lalu , bagaimanakah hidup itu diberikan kepada kita? “Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, Ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah…” (Ayat 5). Pada waktu itu banyak orang Yahudi mempercakapkan Yohanes pembaptis dan banyak yang telah dibaptiskan olehnya di sungai Yordan. Baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan dan pengakuan dosa. Kemudian Tuhan Yesus mulai memberitakan Injil dengan berkata bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Istilah dilahirkan dari air mengingatkan Nikodemus bahwa ia-pun harus mengaku dosanya dan bertobat sama seperti orang-orang lain. Jadi, dengan pertobatan dan iman kepada Yesus Kristus, Roh Kudus melahirkan kita kembali. Kita harus berbalik dari kehidupan lama agar mendapat hidup yang baru yang diberikan kepada kita oleh Roh Kudus karena iman kita kepada Yesus Kristus. .     
  • Tujuan Tema: Jemaat menghayati persekutuan kasih Allah menimbulkan cinta yang begitu besar bagi dunia. Selanjutnya jemaat dimampukan untuk membangun persekutuan kasih (communion) di tengah komunitas.

 

  • Penerapan Tema: Apa penerapan Firman Tuhan ini kepada konteks kehidupan kita saat ini?
  1. Mengimani Trinitas dalam hal ini adalah menghayati persekutuan kasih Allah yang menimbulkan cinta yang begitu besar bagi dunia (Berikan Illustrasi).
  2. Kita dimampukan untuk membangun persekutuan kasih (communion) di tengah komunitas dimanapun kita berada (Tambahkan contoh-contoh praktisnya).
  3. Salah satu ciri jemaat misioner (dalam arti yang mampu bersaksi kepada orang lain) adalah yang menghayati persekutuan kasih Allah yang begitu besar bagi dunia dan dimampukan untuk membangun persekutuan di tengah komunitas.

—LL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *