PENTAKOSTA, ROH KUDUS MENYAPA BANGSA-BANGSA

Spread the love

Kotbah Minggu : 20 Mei 2018 (Pentakosta)                                                                                                                           

Bacaan III : Yohanes 15:26-27; 16:4-15 (Nas: Yohanes 15:26-27)

Tema   : PENTAKOSTA, ROH KUDUS MENYAPA BANGSA-BANGSA

  • Pendahuluan: Kotbah dapat dimulai dengan menyampaikan bahwa Pentakosta merupakan peristiwa penggenapan janji Tuhan Yesus sebelum Ia kembali kepada Bapa-Nya. Para murid dipenuhi oleh Roh Kudus. Sekarang mereka berkumpul dalam kesehatian dalam doa dan penuh keberanian untuk menjadi saksi Tuhan. Dengan kuasa Roh Kudus, mereka mulai berkata-kata dalam bahasa lain, selain bahasa mereka sendiri.  Para murid adalah alat di tangan Than supaya semua orang yang hadir pada persitiwa itu dari pelbagai bangsa dan bahasa mendengar serta mengerti karya kasih Allah. Allah tidak menuntut mereka untuk memahami bahasa-Nya, melainkan memakai bahasa-bahasa mereka sendiri. Hal ini menandakan bahwa Allah mau menyapa dan menghargai bahasa-bahasa manusia. Bila Allah begitu menghargai keanekaragaman bahasa, mestinya setiap murid Kristus juga dapat menghargai dan memakai bahasa serta budaya manusia agar Injil dapat didengar dan diterima. Kemudian bisa diangkat isu kebhinekaan yang belakangan digugat dan terancam dengan arogansi primordial kelompok-kelompok radikal tertentu.

 

  •   Penjelasan Teks Leksionari:
  • Bacaan II: Roma 8:22-27. Tema bagian ini adalah kemuliaan yang akan dinyatakan. Paulus demikian bergembira karena kemenangan kasih karunia, sehingga ia jauh melebihi kemungkinan-kemungkinan yang paling hebat yang dapat dicapai di bawah hukum Taurat. Ia senang dalam kawasan yang oleh hukum Taurat itu tidak dikenal. Dalam ayat 23 Paulus menekankan lagi pokok bagian suratnya ini bahwa karunia sulung diberikan Allah kepada manusia. Roh yang kita miliki sekarang ini menanti-nantikan pembebasan tubuh kita. pengangkatan sebagai anak sekarang sidah benar-benar nyata seperti Roh Kudus menyaksikannya, tapi pada suatu saat akan menjadi nyata dengan sempurna pada waktu kebangkitan daging. Bahwa orang percaya memiliki Roh pada waktu sekarang adalah permulaan dari panen yang akan dituai sepenuhnya pada pembebasan tubuh kita. ayat 26-27 menegaskan bahwa pertolongan Roh Kudus adalah saksi ketiga tentang akan datangnya penggenapan dari pengangkatan sebagai anak. Paulus dikuatkan dalam kepercayaannya tentang kemuliaan yang pada akhirnya akan datang bagi orang percaya, karena ia merasakan apa yang dirasakan oleh semua orang Kristen, yaitu bahwa Roh Kudus bekerja menguatkan doa tentang harapan akan penggenapan pengangkatan sebagai Anak Allah.
  • Bacaan III: Yohanes 15:26-27; 16:4-15. Bagian ini adalah tentang hubungan antara orang-orang percaya dengan dunia. Tuhan Yesus menguatkan hati murid-murid dengan berjanji bahwa Ia akan mengutus Roh Kudus, penolong itu, yang akan member kesaksian tentang Tuhan Yesus kepada orang-orang berdosa. kesaksian-Nya akan berhasil dan banyak orang akan diselamatkan. Pekerjaan yang mustahil bagi manusia, akan dilaksanakan-Nya. Ia akan menyatakan Yesus Kristus dan Bapa-Nya kepada orang berdosa. Tambahan lagi, murid-murid Tuhan Yesus (dan semua orang yang percaya) akan bersaksi tentang Tuhan Yesus kepada orang berdosa. mereka akan menyatakan perubahan besar yang terjadi di dalam kehidupan mereka sesudah mereka percaya kepada Yesus Kristus. Tuhan Yesus menghendaki kita bersaksi dan melaksanakan pekerjaan-Nya di dalam dunia ini. Tetapi pekerjaan itun tidak dapat dilakasanakan tanpa kepenuhan Roh Kudus di dalam kehidupan kita. Kita hanya dapat mengatasi perlawanan orang berdosa dengan kuasa Roh Kudus itu. Hanya Roh Kudus sajalah yang dapat membuat kesaksian kita hidup dan tanpa Dia kesaksian kita akan sia-sia. Pasal 16:4b-6 mencatat bahwa Tuhan Yesus tidak mengatakan hal-hal itu lebih dahulu, sebab Ia masih ada beserta mereka dan pada waktu itu penganiayaan akan dijatuhkan kepada Tuhan Yesus, bukan kepada murid-murid-Nya. Selanjutnya  mereka mengerti bahwa Ia akan disalibkan dan dukacita memenuhi hati mereka. Untuk menghibur mereka, Tuhan Yesus berkata: “Adalah lebih berguna…” Hal itu perlu untuk kemajuan pekerjaan Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya. Ayat 7-11 adalah tentang Roh Kudus yangb dijanjikan. Bagian ini menjelaskan bahwa Roh Kudus melakukan pekerjaan di dalam dunia ini, yakni di dalam hati orang-orang percaya dan juga di dalam hati oran-orang yang tidak percaya. Janji kedatangan Roh Kudus diberikan untuk menghibur murid-murid-Nya dan untuk melengkapi mereka dalam mengatasi penganiayaan dari dunia ini. Roh Kudus akan memberikan kuasa untuk mengalahkan musuh mereka yang besar yakni Iblis. Ayat 8-11 adalah tentang pekerjaan Roh Kudus di dunia ini. Di dunia ini Roh Kudus bekerja di dalam hati orang-orang yang tidak percaya. Ia akan menginsyafkan hati orang yang tidak percaya akan dosa-dosa mereka, akan kebenaran (keadilan) dan hukuman. Hanya Roh Kudus yang dapat menginsyafkan yakni menyatakan kesalahan seseorang dan menerangkan kepadanya kebenaran Kristus dan hukuma kepada penguasa dunia ini. Roh Kudus menginsafkan orang akan dosanya serta menariknya kepada pertobatan. Ayat 12-13 adalah tentang pekerjaan Roh Kudus di dalam hati orang yang percaya. Ada 3 macam pekerjaan Roh Kudus di dalam hati orang yang percaya yakni: Ia akan memimpin ke dalam seluruh kebenaran, Ia tidak akan berkata-kata menurut kehendaknya sendiri dan Ia akan memberitakan hal-hal yang akan datang. Ayat 14-15 adalah tentang Roh Kudus yang memuliakan Yesus Kristus. Tuhan Yesus (Anak) bekerja hanya untuk memuliakan Bapa-Nya; Roh Kudus bekerja untuk memuliakan Anak itu. Roh Kudus menyaksikan Kristus kepada manusia, bukan diri-Nya dan perbuatan-Nya, melainkan kepada Yesus Kristus.     

 

  • Tujuan Tema: Jemaat memahami bahwa memahami konteks Pentakosta dalam Perjanjian Baru, yakni pencurahan Roh Kudus seperti yang telah dijanjikan Tuhan Yesus kepada para murid. Karya Roh Kudus di antaranya adalah menyatakan kebenaran, menginsyafkan akan kesalahan dan memampukan orang dari pelbagai suku bangsa memahami karya kasih Allah. Selanjutnya jemaat menghargai kepelbagaian budaya, khususnya bahasa dan dapat memakainya untuk menyatakan kasih Allah.

 

  • Penerapan Tema: Apa penerapan Firman Tuhan ini kepada konteks kehidupan kita saat ini?
  1. Para murid yang telah menyiapkan diri dalam keseharian dan ketekunan kini dipakai Tuhan untuk menjadi saksi-Nya menyuarakan dan menjelaskan tentang karya kasih Tuhan kepada semua orang (Berikan Illustrasi).
  2. Allah memakai bahasa-bahaa lokal sehingga setiap orang mengerti. Ini menandakan penghargaan Allah dan pemulihan Allah setelah dulu peristiwa Babel Allah mencerai-beraikan manusia dengan bahasa akibat kesombingan manusia, kini dengan bahasa juga Allah menghimpun manusia dari pelbagai bangsa untuk mengenal kasih karunia-Nya. Pada akhirnya jemaat tidak sekedar menghormati budaya, khususnya bahasa melainkan juga memanfaatkannya agar pesan Tuhan yang mengasihi sampai kepada mereka (Tambahkan contoh-contoh praktisnya).
  3. Salah satu ciri jemaat misioner (dalam arti yang mampu bersaksi kepada orang lain) adalah yang menghargai kepelbagaian budaya, khususnya bahasa dan dapat memakainya untuk menyatakan kasih Allah.

—LL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *